''Ra,aku ingin memberikan mushaf ini sebagai ..........''
''Udah kak jangan bicra lagi ,aku akan telfon rumah sakit .''dengan kalimat terbata dan cucuran air mata khaura menghubungi rumah sakit .
''Sebetulnya ku sangat mencintaimu,dan hari in kau ingin kau menjadi sebagian dari hidupku ....''
''Aku..a.ku juga sayang kakak,dan kau mau ...,tapi kakak harus kuat .''dengan tangisan
''Aku selalu memikirkan kita bisa hidup bersama dan kau ingin rumah seperti apa.''
''kak,aku..ingin rumah yang tak terlalu besar ,sederhana saja,kakak harus kuatnya sebentar lagi ambulan akan datang .
"Aku ingin bicara denganmu,mungkin aku akan menanami taman kita dengan bunga mawr merah kesukaanmu .''Terlihat senyum tulus yang begitu indah saat mengucapkan kata ini ,senyun yang yang mat menawan dan akan selalu dirindu,meski senyuman ini amat sakit untuk dikenang.
Khaura yang melihat sosok yang dikasihinya itu hanya menangis ,tapi tangan itu menangkap buliran air mata yang terjatuh dan menyeka dengan sentuhan halusnya,seketika khaura memeluk erat tubuh itu,erat sekali seolah tak akan ingin malaikat maut memisahkan mereka.''kak aku sangat sayang kakak .''
perlahan tangan lemah itu terjatuh dan terdengar baritan bait ilahi yamg amat indah terucap dari bibir lemahnya .''lailla.haillah muhammadar rosullulah .''
senyuman indah menghiasi wajahnya dengan berjuta cinta kepada khaura mengiringgi kepergiannya .Dengan tangisan dan jeritan dihari itu,khaura seolah tak percaya dan tercekat hatinya .Jeritan mengema memanggil cintanya yang sudah pergi seolah tak di pedulikanya lagi segerombolan orang mengelilinginya dan diirngi dengan suara sirene ambulan yang memecah hari kelam itu.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar