Minggu, 30 Januari 2011

Mushaf cinta

Masih tergiang -giang di pikiranku peristiwa tragis yang tak akan ku lupakan seumur hidupku .Tepat hari dan tempat ini peristiwa itu ku peringati sebagai  hari hitam kelam.Peristiwa ini bermula dari tempat ini yaitu sebuah halte bus di seberang jalan.Tepat ini ku duduk termenung di sebuah halte itu dan terus kupandanggi sebuah mushaf bersampul emas dan bertuliskan untaiaan ayat ayat ilahi nan suci dengan tinta emasnya yang indah.Mushaf ini adalah saksi bisu yang menyatakan dihatiku yang begitu pilu ,ingin ku menjerit sejadi jadinya dan menyalahkan sang ilahi rabi atas takdir cinta malang yang kudapati .Setahun lebih peristiwa ini mengorekan perih luka yang amat dan sangat sakit yang kurasa.Bayangan tragis itupun datang kembali di pelupuk mataku ,melabrak pikiranku begitu goncang ."brak.........khaura.''hantaman dari sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan tak mmperdulikan lagi segera mungkin ia meninggalkan korbanya .Seketika jeritan menghentak pikiranku ,melemaskan tubuhku dan kulihat sebuah mushaf terpelanting ke arahku ,darah segar menggucur dari seseorang yang menggubah hidupku dan memberi ukiran kasih di hatiku ,segera mungkin ku berlari menangis pilu ke rahnya yang akan menghadapa sang ilahi rabi ,masih ku ingat betul kata - katanya di sanubariku .
''Ra,aku ingin memberikan mushaf ini sebagai ..........''
''Udah kak jangan bicra lagi ,aku akan telfon rumah sakit .''dengan kalimat terbata dan cucuran air mata khaura  menghubungi rumah sakit .
''Sebetulnya ku sangat mencintaimu,dan hari in kau ingin kau menjadi sebagian dari hidupku ....''
''Aku..a.ku juga sayang kakak,dan kau mau ...,tapi kakak harus kuat .''dengan tangisan
''Aku selalu memikirkan kita bisa hidup bersama dan  kau ingin rumah seperti apa.''
 ''kak,aku..ingin rumah  yang tak terlalu besar ,sederhana saja,kakak harus kuatnya sebentar lagi ambulan akan datang .
"Aku ingin bicara denganmu,mungkin aku akan menanami taman kita dengan bunga mawr merah kesukaanmu .''Terlihat senyum tulus yang begitu indah saat mengucapkan kata ini ,senyun yang yang mat menawan dan akan selalu dirindu,meski senyuman ini amat sakit untuk dikenang.
Khaura yang melihat sosok yang dikasihinya itu hanya menangis ,tapi tangan itu menangkap buliran air mata yang terjatuh dan menyeka dengan sentuhan halusnya,seketika khaura memeluk erat tubuh  itu,erat sekali seolah tak akan ingin malaikat maut memisahkan mereka.''kak aku sangat sayang kakak .''
perlahan tangan lemah itu  terjatuh dan terdengar baritan bait ilahi yamg amat indah terucap dari bibir lemahnya .''lailla.haillah muhammadar rosullulah .''
senyuman indah menghiasi wajahnya dengan berjuta cinta kepada khaura mengiringgi kepergiannya .Dengan tangisan dan jeritan dihari itu,khaura seolah tak percaya dan tercekat hatinya .Jeritan mengema memanggil cintanya yang sudah pergi seolah tak di pedulikanya lagi segerombolan orang mengelilinginya dan diirngi dengan suara sirene ambulan yang memecah hari kelam itu.
*** 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar