Selasa, 15 Juli 2014

Aku menyukainya sangat dalam.. melebihi yang orang-orang tahu. pernah aku bertanya apa sebenarnya ini.? apakah ini keberuntungan atau malapetaka.. cinta membuat hal yang tak logis.. aku dan ia adalah langit dan bumi. Aku adalah bumi yang kecil dan ia adalah langit yang bisa memeluk semua bintang yang ingin ia pilih.
Aku menyukai tatapannya, mindsetnya yang sangat menarik.....
KENAPA SANGAT SULIT?
Cinta dan ego sulit di bedakan saat kita benar-benar butuh.. terkadang aku ingin sekali tak terlihat dan hilang tapi aku ingin ia melihatku... aku hanya ingin tahu bahwa aku tulus sebenarnya.....ia tak akan tahu bagaimana jika masih ia tak bisa menghargai cinta.

Apa cinta bisa kita ukur dengan waktu? cepat, lama atau sebentar. Apa itu cinta jika kita bertemu dengan singkat dan hanya dalam tatapan yang sekilas. Apa bisa?  atau saat kita selalu bersama setiap saat... mengenal dan akhirnya mencinta....

Di umurku yang saat ini kepala dua aku tak mengenal cinta satu atau dua kali.... meski mungkin itu awal kagum dan akhirnya punah dan hilang. kenapa aku mudah mencintai? tapi aku bersyukur aku masih bisa menyimpan dan diam. ......tapi ada satu ungkapan di hari lalu pada seseorang... meski aku hanya berjiwa besar memilih untuk pergi dan memberikan sesuatu hal "mimpiku" ia bernama empat musim...

 Aku merasa beruntung karena aku masih bisa menjaga diri baik-baik hingga masih tak ada sekalipun titel yang mewakili statusku... andai status-status itu ada kata pacaran, tunangan tau menikah... mungkin aku akan jadi koleris cinta jika aku gagal... aku beruntung karena aku masih polos akan cinta.... meski aku mengurainya dalam berjudul-judul cerita  atas nama eliya alqila.. kadang aku berpikir apa semua cerita yang tak bisa kutarik benang merahnya itu adalah sebuah omong kosong... ada yang happy ending, sad ending atau open ending tanpa ada kejelasan....

dan saat ini aku berlama-lama menjadi seorang phobia cinta kembali aku merasakan cinta.... apa harus aku tuntut cinta.. karena rasanya membebani... dia itu bukanlah biasa. apa ia memandang cinta dengan sederhana?... atau rumit?....

Apa ada cinta karena Allah... jika ada apa mungkin itu tak pernah menyakiti karena berdasarkan alasan Allah... apa itu terlalu jahat karena cinta itu mengatasnamakan Allah.. bukankah jika orang yang zuhud mencintai Allah berati dia harus mutlak cinta Allah...  seperti ajaran sufi atau yang lebih parah jangan mencinta yang lain kecuali Allah semata... seperti para sufi..
Apa seperti  Rabiah Adawiyah?...

"Jika aku menyembah-Mu karena takut api neraka-Mu maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena mengharap surga-Mu maka haramkanlah aku daripadanya. Tetapi jika aku menyembah-Mu karena kecintaanku kepada-Mu maka berikanlah aku balasan yang besar, berilah aku melihat wajah-Mu yang Maha Besar dan Maha Mulia itu.”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar